Skip to content

Faktor Resiko dan Gejala Klinis

Faktor Risiko terjadinya stroke adalah :

1.       Umur, lebih tua umur lebih mungkin terjadinya stroke.

2.       Hipertensi merupakan faktor risiko baik untuk orang tua maupun dewasa muda.

3.       Diabetes mellitus. Orang-orang dengan gula darah tinggi lebih berisiko terkena stroke akibat kakunya pembuluh darah otak.

4.       Hiperlipidemia.

5.       Penyakit jantung seperti : stenosis / insufisiensi mitral, coronary heart disease, congestive heart failure.

Orang-orang yang mempunyai risiko terhadap terjadinya stroke seperti  tersebut diatas disebut “stroke profile person”.

Hasil penyelidikan pada zaman pra-CT scan mengungkapkan bahwa stroke yang didiagnose secara klinis dan kemudian diverifikasi oleh autopsy penyebabnya adalah :

1.)    52-70% disebabkan oleh infark non emboli

2.)    7- 25% disebabkan oleh perdarahan intraserebral primer

3.)    5-10% disebabkan karena perdarahan subaraknoidal

4.)    7-9% tidak diketahui penyebabnya

5.)    6% adalah kasus TIA yang pada autopsy tidak memperhatikan kelainan

6.)    2-5%   disebabkan oleh emboli

7.)    3% disebabkan oleh neoplasma.

Setelah CT scan digunakan secara rutin dalam kasus-kasus stroke,diketahui bahwa :

1.)    81% stroke non-hemoragik

2.)    9% stroke hemoragik

 

Gejala Klinis

Manifestasi stroke tergantung besarnya lesi bisa terjadi :

1)  Hemiparese / hemiplegia

2)  Hemiparestesia

3)  Afasia / diafasia motorik atau sensorik

4)  Hemianopsi

5)  Dysartria

6)  Muka tidak simetris

7) Gangguan gerakan tangkas atau gerakan tidak terkordinasi

Tergantung dari lokasi lesi maka terjadi gangguan berupa :

1.       Bila lesi terjadi di cerebrum

Maka gangguan gerakan tangkas diiringi dengan tanda-tanda gangguan  “upper motoneuron” seperti :

a)  Meningkatnya tonus otot pada sisi yang lumpuh

b)  Meningkatnya refleks tendon pada sisi yang lumpuh

c)  Refleks patologis positif pada sisi yang lumpuh.

2.       Bila lesi terjadi di cerebelum

Maka gangguan ketangkasan gerakan diiringi tanda-tanda :

a)  Menurunnya tonus otot pada sisi terganggunya gerakan tangkas

b) Menurunnya refleks tendon pada sisi terganggunya gerakan tangkas

c)  Refleks patologis negatif.

Penanganan yang sedini mungkin terhadap penderita stroke sangat berpengaruh terhadap penyembuhannya. Bilamana penderita ditolong pada saat timbulnya prodromal stroke, biasanya penderita tersebut dapat diselamatkan tanpa menjadi invalid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: