Skip to content

Faktor-faktor STROKE

ecara garis besar, stroke dibagi menjadi dua golongan, yaitu stroke perdarahan (perdarahan intra-serebral/PIS dan sub-arakhnoid/PSA) dan stroke non-perdarahan. Stroke perdarahan maupun non-perdarahan disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda-beda. Gejala stroke non­perdarahan didahului dengan menumpuknya lemak pada dinding pembuluh darah sehingga dinding pembuluh darah mudah pecah (atherosclerosis), terjadinya pembekuan darah dan

Berikut faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke perdarahan.

§ Tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah

§ Terjadinya pelebaran pada pembuluh darah yang me­nyebabkan pembuluh darah pecah.

§ Ateroma, yaitu pembuluh darah menjadi keras dan akan pecah jika tekanan darah naik.

§ Terjadinya tumor pada pembuluh darah.

Stroke non-perdarahan dapat disebabkan oleh faktor-­faktor sebagai berikut :

§ Menumpuknya lemak pada pembuluh darah yang me­nyebabkan mudah terjadinya pembekuan darah (atero­trombotik).

§ Benda asing dalam pembuluh darah jantung (kardio­emboli).

§ Terjadinya lubang pada pembuluh darah sehingga darah bocor yang mengakibatkan aliran darah ke otak berku­rang (lakunar).

§ Penyebab lain yang menyebabkan hipotensi.

Stroke non-perdarahan dibedakan menjadi beberapa kelompok

§ Transient ischemic attack/TIA

Pada kelompok ni, terjadi serangan stroke sementara yang menyerang kurang dari 24 jam.

§ Reversible ischemic neurologic deficit

Pada kelompok ni timbul gejala neurologis. Gejala ini akan hilang antara satu hari sampai 21 hari.

§ Progressing stroke/stroke in evolution

Pada kelompok ini timbul kelainan defisit neurologis. Gejala ini berlangsung secara bertahap dari yang ringan menjadi berat.

§ Stroke komplit/completed stroke

Pada kelompok ini, kelainan neurologis sudah menetap dan tidak bertambah berat.

Stroke perdarahan dan non-perdarahan dapat terjadi akibat penyakit jantung, infeksi, trauma, neoplasma, pertumbuhan vaskular yang tidak sempurna (malformation), dan gangguan immunologi.

Serangan stroke dapat menimbulkan cacat fisik yang permanen. Namun, cacat fisik tersebut tergantung dari berat-ringannya serangan dan di lokasi terjadi kerusakan otak. Cacat fisik dapat mengakibatkan seseorang kurang produktif.

Saat ini, stroke tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga menyerang usia-usia produktif. Kemajuan di bidang kesehatan menunjukkan bahwa serangan stroke dapat diselamatkan sehingga penderita stroke masih bisa bertahan hidup. Namun, stroke masih menempati urutan ketiga sebagai pembunuh setelah serangan jantung dan kanker. Perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh pada perubahan pola hidup dan pola makan yang cenderung mendekati faktor risiko terjadinya serangan stroke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: